Minggu, 06 Mei 2012

Ruang lingkup sosiologi

1.Ciri dan hakikat sosiologi

Menurut Harry M. Jhonson, yang dikutip oleh  soerjono soekanto, sosiologi sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri sebagai berikut
  1. Bersifat empiris, yaitu didasarkan pada observasi (pengamatan) dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulatif (menduga-duga).
  2. Bersifat teoretis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalangkan hubungan sebab-akibat.
  3. Bersifat komulatif, artinya teori-teori sosiologi dibentuk berdasarkan teori yang sudah ada,kemudian diperbaiki, diperluas, dan diperhalus.
  4. Bersifat nonetis, yang dipersoalkan dalam sosiologi bukanlah baik-buruknya fakta tertentu, akan tetapi menjelaskan fakta tersebut secara analitis.
Menurut Prof.Dr.M.M.Djojodigoeno, S.H ,Sosiologi bersifat mengawinkan, artinya sosiologi ingin mengetahui keadaan sebenarnya dari kehidupan bermasyarakat. Plato,Aristoteles,Hobes, dan Spinoza memberikan hal yang berbeda. mereka memegang masyarakat dari sudut pandang normatif dan finalis. Normatif artinya menegakkan norma-norma untuk kehidupan kolektif (secara bersama) yang baik. Finalis artinya mencita-citakan organisasi sosial politik yang sempurna.
Buku sosiologi Suatu Pengantar yang ditulis soerjono soekanto, mengatakan bahwa Sosiologi adalah ilmu sosial yang murni, abstrak, rasional, dan empiris, bersifat umum, serta berusaha mencari pengertian umum. Menurut pengertiannya, hakikat sosiologi adalah sebagai berikut,
  1. Sosiologi adalah ilmu sosial.
  2. Sosiologi bukan merupakan disiplin ilmu normatif, melainkan disiplin ilmu kategoris, yang membatasi diri pada kejadian dewasa ini, bukan apa-apa yang terjadi atau seharusnya terjadi.
  3. Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan murni (pure-science), bukan ilmu pengetahuan terapan (aplied-science). Misalnya, para sosiolog mengemukakan pendapat yang berguna untuk petugas administrasi, pembentuk undang-undang diplomat,guru-guru dan sebagainya.
  4. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan abstrak, bukan ilmu pengetahuan konkret. Dalam sosiologi, yang diperhatikan adalah bentuk pola peristiwa-peristiwa masyarakat.
  5. Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum, serta mencari prinsip-prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia, sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat manusia.
  6. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. hal ini menyangkut metode yang digunakan.
  7. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum, bukan pengetahuan khusus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar