Rabu, 11 Juli 2012

istilah-istilah dalam sosiologi

by: http://abcdefgalih.blogspot.com

  • Achieved status adalah status yang diperoleh seseorang dengan usaha-usaha yang disengaja.
  • Ajudikasi adalah cara menyelesaikan masalah melalui pengadilan.
  • Akomodasi adalah keseimbangan interaksi antar induvidu atau antar kelompok yang berkaitan dengan nilai/norma yang berlaku dan usaha-usaha manusia untuk meredakan sesuatu pertentangan untuk tercapainya keseimbangan.
  • Akulturasi adalah berpadunya dua kebudayaan yang berbeda dan membentuk satu kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan ciri kepribadian masing-masing.
  • Anarkisme adalah ajaran yang menentang setiap kekuatan.
  • Anomali adalah ketidak normalan,penyimpangan dari normal.
  • Anomi adalah perilaku tanpa arah dan apatis.
  • Antitesis adalah pertikaian yang memuncak.
  • Antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia. Anarkis adalah tidak ada pemerintahan.
  • Applied science adalah ilmu terapan atau cara menggunakan ilmu pengetahuan ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah praktis.
  • Arbitrasi adalah cara untuk mencapai sebuah kompromi melalui pihak ketiga.
  • Ascribed status adalah status yang diperoleh seseorang dengan sendirinya tanpa perlu usaha.
  • Asimilasi adalah usaha-usaha untuk mengurangi perbedaan antar individu atau antar kelompok guna mencapai suatu kesepakatan berdasarkan kepentingan dan tujuan bersama.
  • Assigned status adalah status yang diperoleh dari pemberian pihak lain.
  • Aturan interaksi sosial adalah aturan sosial dalam interaksi sosial.
  • Cara (usage) adalah norma yang paling lemah daya pengikatnya karena orang yang melanggar hanya mendapat sanksi dari masyarakat berupa cemoohan atau ejekan.
  • Chaos adalah Ketidakamanan yang terjadi karena gangguan keamanan.
  • Civilization adalah peradaban suatu masyarakat.
  • Conformity (konformitas)/inovasi adalah cara adaptasi dimana seseorang mengikuti cara dan tujuan yang telah ditetapkan oleh masyarakat.
  • Corporate crime (kejahatan korporat) adalah jenis kejahatan yang dilakuakan atas nama organisasi dengan tujuan menaikan keuntungan atau menekan kerugian.
  • Crime without victim (kejahatan tanpa korban) adalah kejahatan yang tidak mengakibatkan penderitaan pada korban akibat tindak pidana.
  • Deferensiasi sosial adalah Proses perbedaan hak dan kewajiban warga masyarakat berdasarkan perbedaan usia, jenis kelamin dan pekerjaan.
  • Delinkuensi adalah tingkah laku yang menyalahi secara ringan norma dan hukum yang berlaku di suatu masyarakat.
  • Demonstrasi adalah pernyataan proses yang dikemukakan secara massal,unjuk rasa. Dan merupakan sebuah gerakan protes yang dilakukan sekumpulan orang di hadapan umum. Unjuk rasa biasanya dilakukan untuk menyatakan pendapat kelompok tersebut atau menentang kebijakan yang dilaksanakan suatu pihak.
  • Deviance adalah kecendrungan menyimpang dari suatu norma atau tidak patuh pada suatu norma tertentu.
  • Difusi adalah pengaruh migrasi dan pengalihan pranata budata melewati batas-batas bahasa,khususnya inovasi.
  • Difusi kebudayaan adalah Penyebaran atau perembesan sesuatu(kebudayaan, teknologi, ide) dari suatu pihak ke pihak lainnya.
  • Dinamika sosial adalah Gerak masyarakat secara terus- menerus yang menimbulkan perubahan dalam tata hidup masyarakat yang bersangkutan.
  • Diskriminasi adalah perbedaan perlakuan terhadap sesama warga(berdasarkan warna kulit,golongan,suku,ekonomi,agama. merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia, ini disebabkan karena kecenderungan manusian untuk membeda-bedakan yang lain.
  • Eliminasi adalah pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik karena mengalah.
  • Empati adalah simpati mendalam yang dapat mempengaruhi kejiwaan dan fisik seseorang.
  • Fakta sosial adalah pola-pola atau sistem yang mempengaruhi cara manusia bertindak, berpikir dan merasa.
  • Fanatisme adalah sebuah keadaan di mana seseorang atau kelompok yang menganut sebuah paham, baik politik, agama, kebudayaan atau apapun saja dengan cara berlebihan (membabi buta) sehingga berakibat kurang baik, bahkan cenderung menimbulkan perseteruan dan konflik serius.
  • Genjatan senjata adalahpenangguhan permusuhan dalam jangka waktu tertentu.
  • Identifikasi adalah kecendrungan atau keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain (meniru secara keseluruhan).
  • Ilmu murni dalam sosiologi merupakan pencarian pengetahuan.
  • Ilmu terapan dalam sosiologi merupakan pencarian cara-cara untuk menggunakan pengetahuan ilmiah guna memecahkan masalah praktis.
  • Imitasi adalah suatu tindakan meniru orang lain.
  • Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik (sosial) berupa aksi saling mempengaruhi antara individu dan individu, antara individu kelompok, dan antara kelompok dan kelompok.
  • Interaksionisme simbolik adalah interaksi antara pribadi-pribadi yang didasarkan pada penafsiran terhadap perilaku masing-masing.
  • Jarak intim adalah pada jarak ini terjadi keterlibatan intensif pancaindra seseorang terhadap orang lain. Jarak ini sejauh 0-45cm.
  • Jarak pribadi adalah jarak sejauh 45cm-1,22m.
  • Jarak publik adalah jarak lebih jauh dari 3.66m.
  • Jarak sosial adalah pada jarak ini orang yang berinteraksi dapat berbicara wajar tanpa saling bersentuhan, jarak ini sejauh 1,22m-4,66m.
  • Kasta adalah Status sosial yang ditentukan oleh keturunan.
  • Keajegan adalah kondisi keteratutan yang tetap dan tidak berubah sebagai hasil dari hubungan antara tindakan, nilai ,dan norma sosial yang berlangsung secara terus-menerus.
  • Kebiasaan (folkways) adalah suatu aturan dengan kekuatan mengikat lebih kuat dari pada usage karena kebiasaan merupakan perbuatan yang diulang-ulang sehingga menjadi bukti bahwa orang yang melakukannya menyukai dan menyadari perbuatannya.
  • kepribadian dan kebiasaan sehingga ketika seseorang melakukannya, dilakukan secara tidak sadar, tanpa proses berpikir.
  • Keputusan mayoritas adalah keputusan yang diambil berdasarkan pilihan terbanyak dalam voting.
  • Kerja sama adalah suatu uaha bersama antara individu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
  • Khayalan sosiologis adalah khayalan yang digunakan untuk memahami apa yang terjadi di masyarakat, maupun yang ada dalam diri manusia.
  • Koersi adalah bentuk akomodasi yang prosesnya melalui paksaan secara fisik maupun psikologis.
  • Koersif adalah cara pengendalian sosial dengan menggunakan kekerasan.
  • Kompromi adalah bentuk akomodasi dimana pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyalasaian.
  • Komunikan adalah orang atau sekelompok orang yang dikirimi pesan, pikiran, atau perasaan oleh pihak lain.
  • Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari suatu pihak kepada orang lain sehingga terjadi pengertian yang sama.
  • Komunikator adalah orang yang menyampaikan pesan, pikiran, atau perasaan kepada pihak lain.
  • Konflik adalah suatu perjuangan individu atau kelompoksosial untuk memenuhi tujuannya dengan cara menentang pihak lawan.
  • Konflik status adalah konflik batin yang dialami seseorang sebagai akibat adanya berberapa status yang dimilikinya yang saling bertentangan.
  • Konsiliasi adalah suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak yang bertikai untuk mencapai kesepakatan.
  • Kontak sosial negatif adalah interaksi sosial yang mengarah pada pertentangan atau konflik.
  • Kontak sosial positif adalah interaksi sosial yang mengarah pada kerja sama.
  • Kontak sosial primer adalah interaksi sosial dengan cara bertatap muka langsung.
  • Kontak sosial sekunder adalah kontak sosial melalui suatu media perantara.
  • Kontravensi adalah proses disosiasi antara kompetisi dan konflik/proses disosiasi yang mengarah pada penghancuran lawan secara tidak langsung.
  • Konversi adalah penyelesaian konflik dimana salah satu pihak bersedia mengalah dan mau menerima pendirian pihak lain.
  • Masalah sosial adalah sesuatu ketidaksesuaiaan antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial.
  • Mediasi adalah cara untuk mencapai sebuah kompromi melalui pihak ketiga, tetapi pihak ketiganya netral.
  • Metode kualitatif adalah metode penelitian yang berupa deskripsi hasil penelitian berdasarkan penilaian dari data yang diperoleh.
  • Metode kuantitatif adalah metode penelitian dengan analisis data yang berupa angka atau gejala yang diukur melalui uji statistik.
  • Miority consent adalah golongan minoritas yang tidak merasa dikalahkan tetapi dapat melakukan kegiatan bersama.
  • Nasionalisme adalah Paham untuk mencintai bangsa dan negara sendiri kesepakatan antara pihak satu dengan pihak yang lain.
  • Nasionalisme etnis adalah Nasionalisme dimana Negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal sebuah masyarakat.
  • Nepotisme adalah suatu pandangan yang memperlakukan kepentingan keluarga dan kerabat lebih tinggi dari kepentingan umum.
  • Nilai adalah konsepsi (pemikiran) abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk.
  • Nilai dominan adalah nilai yang dianggap penting dari nilai lainnya.
  • Nilai kerohaniaan adalah segala sesuatu yang berguna bagi batin (rohani) manusia.
  • Nilai material adalah segala sesuatu yang berguna bagi unsur fisik manusia, yang berwujud, mudah dilihat dan diraba, serta mudah berubah.
  • Nilai non formal adalah nilai yang biasanya tidak tertulis dan jumlahnya lebih banyak dari pada nilai formal.
  • Nilai vital segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan dan aktifitas.
  • Nilai yang mendarah daging adalah nilai yang telah menjadi
  • Non konformis adalah perilaku menyimpang, yaitu perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.
  • Norma agama adalah norma yang berdasarkan ajaran atau kaidah suatu agama.
  • Norma formal adalah norma yang bersumber dari lembaga masyarakat yang formal atau resmi.
  • Norma hukum adalah himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat (nagara).
  • Norma kebiasaan adalah norma yang merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan.
  • Norma kesopanan adalah norma yang berpangkal dari aturan atau tingkah laku yang berlaku di masyarakat.
  • Norma kesusilaan adalah norma yang didasarkan pada hati nurani atau akhlak manusia.
  • Order adalah sistem norma dan nilai sosial yang berkembang, diakui, dipatuhi oleh setiap anggota masyarakat.
  • Organisasi adalah suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah, istilah ini digunakan dengan banyak cara.
  • Netral adalah Sikap tidak membela pihan manapun.
  • Organized crime adalah kejahatan yang dilakukan oleh komplotan secara berkesinambungan dan dengan berbagai cara untuk mendapatkan uang atau kekuasaan dengan jalan menghindari hukum.
  • Pengendalian formal adalah cara pengendalian sosial yang dilakuakn oleh lembaga-lembaga resmi yang memiliki peraturan yang resmi.
  • Pengendalian informal adalah cara pengendalian sosial yang dilakukan kelompok kecil, akrab, tidak resmi, dan tidak memiliki aturan resmi.
  • Penyimpangan primer adalah perbuaatan menyimpang yang dilakukan seseorang namun sang pelaku masih dapat diterim secara sosial.
  • Penyimpangan sekunder adalah perbuatan yang dilakuakn seseorang yang secara umum dikenal sebagai perbuatan atau perilaku menyimpang.
  • Peranan sosial adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain atau masyarakat dalam melaksanakan hal atau kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.
  • Perilaku penyimpangan negatif adalah penyimpangan dimana pelaku bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dipandang rendah oleh masyarakat, berakibat buruk, serta mengganggu sistem sosial.
  • Perilaku penyimpangan positif adalah perilaku menyimpang yang menimbulkan dampak positif pada masyarakat. Perilaku masyarakat dapat menjadi positif karena perkembangan jaman.
  • Persaingan adalah pejuangan berbagai pihak untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
  • Personal troubles of milieu adalah pemasalahan individu dan merupakan ancaman terhadap nilai-nilai pribadi.
  • Persuasif adalah penggunaan berbagai argumentasi, baik yang benar ataupun salah yang bertujuan agar pihak lain mengikuti berbagai teori, kepercayaan atau kegiatan tertentu.
  • Preventif adalah pengendalian sosial yang dilakukan sebelum terjadinya pelanggaran.
  • Proses asosiatif adalah proses menuju terbentuknya perstuan atau integrasi sosial.
  • Proses disosiatif adalah proses tidak adanya kerja sama.
  • Proxemics adalah konsep sosial yang ditemukan oleh Edward
  • T, tentang aturan ruang dalam interaksi sosial.
  • Public issues of social struckture adalah hal permasalahan yang ada di luar jangkaun kehidupan pribadi individu.
  • Rebellion adalah cara adaptasi dimana seseorang tidak lagi mengakui struktur sosial yang ada dan menciptakan struktur sosial yang baru.
  • Represif adalah pengendalian sosial yang ditujukan untuk memulihkan keadaan seperti sebelum pelanggaran terjadi.
  • Retreatism adalah cara adaptasi dimana perilaku seseorng tidak mengikuti tujuan dan cara yang dikehendaki.
  • Ritualism adalah cara adaptasi dimana perilaku seseorang telah meninggalkan tujuan budaya,tetapi tetap berpegang pada cra yang ditetapkan masyarakat
  • Segregasi adalah masing-masing pihak memisahkan diri atau saling menghindar dalam rangka mengurangi ketegangan.
  • Simpati adalah suatu proses dimana seseorang merasa tertarik kepada orang lain.
  • Social Worker adalah Pekerja sosial yang mau menerima tugas sosial apapun;2 orang yang melakukan pekerjaan sosial.
  • Solidaritas adalah sifat (perasaan) solider; sifat satu rasa (senasib dsb); perasaan setia kawan.
  • Sosialisasi adalah sebuah proses penamaan atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari generasi satu ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat.
  • Sosialisasi partisipatoris adalah pola dimana anak diberi imbalan ketika berperilaku baik.
  • Sosialisasi primer adalah sosiliasi pada tahap-tahap awal kehidupan seseorang sebagai manusia.
  • Sosialisasi represif adalah menekankan pada pengguna hukuman terhadap kesalahan.
  • Sosialisasi sekunder adalah proses sosialisasi setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam lingkungan di luar keluarganya.
  • Social Behaviour adalah tindakan sosial yang menilai orang dari tingkah laku seseorang.
  • Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial, proses sosial termasuk perubahan dan masalah sosial.
  • Sosiometri adalah studi secara kuantitatif terhadap hubungan-hubungan interpersonal.
  • Stalemate adalah saat dimana pihak-pihak yang bertikai mempunyai kekuatan yang seimbang hingga pada akhirnya pertikaian tersebut berhenti pada titik tertentu.
  • Stratifikasi adalah Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) - pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat).
  • Subjugation/domination adalah pihak yang mempunyai kekuatan besar untuk meminta pihak lain menaatinya.
  • Sugesti adalah seseorang memberi pandangan atau sikap yang dianutnya lalu diterima oleh orang lain.
  • Tata kelakuan (mores) adalah aturan yang sudah diterima masyarakat dan dijadikan alat pengawas atau kontrol, secara sadar dan tidak sadar oleh masyarakat kepada anggota-anggotanya.
  • Tertib sosial adalah kondisi kehidupan masyarakat yang aman, dinamis, dan teratur dimana setiap individu bertindak sesuai hak dan kewajibannya.
  • Tindak sosial adalah tindakan manusia yang mempertimbangkan perilaku orang lain.
  • Toleransi adalah bentuk akomodasi yang terjadi tanpa persetujuan yang sifatnya formal.
  • Violence adalah Tidak menaruh belas kasihan; bengis; zalim ketika berkuasa, sangat kikir.
  • White collar crime (kejahatan kerah putih) adalah tipe kejahatan yang dilakuakn oleh orang yang terpandang atau orang berstatus tunggi dalam rangka pekerjaannya.

Minggu, 13 Mei 2012

Kesenjangan sosial

Kesenjangan sosial diartikan sebagai kesenjangan (ketimpangan) atau ketidaksamaan akses untuk mendapatkan atau memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Sumber daya bisa berupa kebutuhan primer, seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, peluang berusaha dan kerja, dapat berupa kebutuhan sekunder, seperti sarana pengembangan usaha, sarana perjuangan hak azasi, sarana saluran politik, pemenuhan pengembangan karir,dan lain-lain.

Kesenjangan sosial dapat disebabkan oleh adanya faktor-faktor penghambat, sehingga mencegah dan menghalangi seseorang untuk memanfaatkan akses atau kesempatan-kesempatan yang tersedia. Secara teoritis sekurang-kurangnya ada dua faktor yang menghambat
  1. faktor-faktor yang berasal dari dalam diri seseorang (faktor internal), yaitu rendahnya kualitas sumber daya manusia karena tingkat pendidikan/keterampilan atau kesehatan rendah atau ada hambatan budaya (budaya kemiskinan). Kesenjangan sosial dapat muncul sebagai akibat dari nilai-nilai kebudayaan yang dianut oleh sekelompok orang itu sendiri. Akibatnya, nilai-nilai luas,seperti apatis,cenderung menyerah pada nasib, tidak mempunyai daya juang, dan tidak mempunyai orientasi kehidupan masa depan. Dalam penjelasan Lewis (1969), kesenjangan sosial tipe ini muncul karena masyarakat itu terkungkung dalam kebudayaan kemiskinan.
  2. Faktor-faktor yang berasal dari luar kemampuan seseorang (faktor eksternal), hal ini dapat terjadi karena birokrasi atau ada peraturan-peraturan resmi (kebijakan), sehingga dapat membatasi atau memperkecil akses seseorang untuk memanfaatkan kesempatan  dan peluang yang tersedia. Dengan kata lain, kesenjangan sosial bukan terjadi karena seseorang malas bekerja atau tidak mempunyai kemampuan sebagai akibat dari keterbatasan atau rendahnya kualitas sumber daya manusia, tetapi karena ada hambatan-hanbatan atau tekanan-tekanan struktural. Kesenjangan sosial ini merupakan salah satu penyebab munculnya kemiskinan struktural. Alfian, Melly G. Tan dan Selo Soemardjan (1980) mengatakan bahwa yang dimaksud dengan kemisikinan struktural adalah kemiskinan yang diderita oleh suatu golongan masyarakat karena struktur sosial masyarakat itu tidak dapat ikut mengunakan sumber-sumber pendapatan yang sebenarnya tersedia bagi mereka. kemiskinan struktural meliputi kekurangan fasilitas pemukiman, kekurangan pendidikan, kekurangan komunikatif, kekurangan fasilitas untuk mengembangkan usaha dan mendapatkan peluang kerja dan kekurangan perlingdungan hukum.
Kesenjangan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat adalah disebabkan oleh adanya perbedaan yang mencolok antara satu individu dengan individu yang lain, atau antara satu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat lain.

Perbedaan itu antara lain misalnya antara si kaya dan si miskin atau antara si pintar dan si bodoh. Yang mana perbedaan itu kelihatan mencolok dan menimbulkan masalah dalam penanganannya.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian daripada kesenjangan sosial adalah "jarak" yang terjadi ditengah-tengah masyarakat disebabkan oleh perbedaan status sosial, maupun status ekonomi yang ada ditengah-tengah masyarakat.

Masalah kemiskinan dewasa ini bukan saja menjadi persoalan bangsa Indonesia. Kemiskinan telah menjadi isu global dimana setiap negara merasa berkepentingan untuk membahas kemiskinan, terlepas apakah itu negara berkembang maupun sedang berkembang.

Sabtu, 12 Mei 2012

Faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial

Proses interaksi sosial biasanya didasari oleh beberapa faktor, seperti sugesti, imitasi, identifikasi, simpati, motivasi, dan empati.
  1. Imitasi, adalah tindakan sosial meniru sikap, tindakan, tingkah laku, atau penampilan fisik seseorang secara berlebihan. sebagai suatu proses, adakalanya imitasi berdampak positif apabila yang ditiru tersebut individu-individu yang baik menurut pandangan umum masyarakat. Akan tetapi, imitasi bisa juga berdampak negatif apabila sosok individu yang ditiru berlawanan dengan pandangan umum masyarakat. contoh : seorang siswa meniru penampilan artis terkenal, seperti rambut gondrong, memakai anting, dan kalung secara berlebihan. Tindakan seperti itu akan mengundang reaksi dari lingkungan sosial yang menilai penampilan itu sebagai urakan atau tidak sopan.
  2. Sugesti, adalah pemberian pengaruh atau pandangan dari satu pihak kepada pihak lain. Akibatnya, pihak yang dipengaruhi akan tergerak mengikuti pengaruh atau pandangan itu dan akan menerimanya secara sadar atau tidak sadar tanpa berpikir panjang. Sugesti biasanya diperoleh dari orang-orang yang berwibawa dan memiliki pengaruh besar di lingkungan sosialnya. Akan tetapi, sugesti dapat pula berasal dari kelompok mayoritas terhadap kelompok minoritas, ataupun orang dewasa terhadap anak-anak. Cepat atau lambatnya proses sugesti ini sangat tergantung pada usia, kepribadian, kemampuan intelektual, dan keadaan fisik seseorang. sebagai contoh Pimpinan partai politik melakukan kampanye di hadapan pendukungnya agar memilih partai politiknya. Tindakan itu dilakukan untuk meyakinkan dan memengaruhi orang banyak agar mengikuti partainya.
  3. Identifikasi, adalah kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Orang lain yang menjadi sasaran identifikasi dinamakan idola ( kata idol berarti sosok yang dipuja ). Identifikasi merupakan bentuk lebih lanjut dari proses imitasi dan proses sugesti yang pengaruhnya amat kuat. Misalnya, seorang remaja mengidentifikasikan dirinya dengan seorang penyanyi terkenal yang ia kagumi. Lalu, ia akan berusaha mengubah penampilan dirinya agar sama dengan penyanyi idolanya, mulai dari model rambut, pakaian, gaya bicara, bahkan sampai makanan kesukaan. Pada umumnya, proses identifikasi berlangsung secara kurang disadari oleh seseorang. Namun, yang pasti sang idola yang menjadi sasaran identifikasi benar-benar dikenal, entah langsung (bertemu, berbicara) ataupun tidak langsung (melalui media informasi).
  4. Simpati, adalah suatu proses dimana seseorang merasa tertarik dengan orang lain. Rasa tertarik ini didasari atau didorong oleh keinginan-keinginan untuk memahami pihak lain untuk memahami perasaannya ataupun bekerja sama dengannya. Dibandingkan ketiga faktor interaksi sosial sebelumnya, simpati terjadi melalui proses yang relatif lambat.Namun, pengaruh simpati lebih mendalam dan tahan lama. Agar simpati dapat berlangsung, diperlukan adanya saling pengertian antara kedua belah pihak. Pihak yang satu terbuka mengungkapkan pikiran ataupun isi hatinya. Sedangkan pihak yang lain mau menerimanya. Itulah sebabnya, simpati menjadi dasar hubungan persahabatan.
  5. Motivasi, merupakan dorongan, rangsangan, pengaruh, atau stimulasi yang diberikan seorang individu kepada individu lain sehingga orang yang diberi motivasi menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan itu secara kritis, rasional, dan penuh rasa tanggung jawab. Motivasi dapat diberikan dari seorang individu kepada kelompok, kelompok kepada kelompok, atau kelompok kepada individu. Wujud motivasi dapat berupa sikap, perilaku, pendapat, saran, dan pertanyaan. Penghargaan berupa pujian guru kepada siswa berprestasi tinggi merupakan motivasi bagi siswa untuk belajar lebih giat lagi. Motivasi diberikan oleh orang-orang yang kedudukan atau statusnya lebih tinggi dan berwibawa. Mereka memiliki unsur-unsur keteladanan dan panutan masyarakat. misalnya : seorang ayah yang baik dan bijaksana, serta memberikan kasih sayangnya kepada anak dan istrinya adalah tokoh yang patut disegani bagi seluruh anggota keluarganya. apa yang dilakukan ayah akan menjadi motivasi bagi keluarganya untuk berbuat dan berperilaku sebaik ayahnya. contoh lain seorang kepala daerah yang berwibawa penuh kharisma menjalankan pemerintahan didaerahnya melalui serangkaian proses sosial untuk memotivasi warga agar berperan aktif dalam membangun daerah yang lebih sejahtera.
  6. Empati, adalah proses kejiwaan seorang individu untuk larut dalam perasaan orang lain. Baik suka maupun duka. Contohnya, kalau kita melihat orang mendapat musibah sampai luka berat, seolah-olah kita ikut menderita. kita tidak hanya merasa kasihan terhadap orang yang terkena musibah itu tetapi juga ikut merasakan penderitaannya. Demikian juga, kalau seorang teman dekat kita ada yang meninggal dunia, kita merasa kehilangan seolah-olah saudara kita sendiri yang meninggal dunia

Selasa, 08 Mei 2012

Metode-metode dalam Sosiologi

Metode, sekurang-kurangnya memiliki beberapa ciri pokok yaitu,
  • Ada permasalahan yang akan dikaji dan diteliti.
  • Ada hipotesis, yaitu simpulan yang bersifat sementara yang harus dibuktikan terlebih dahulu kebenarannya.
  • Ada usulan mengenai cara kerja atau cara penyelesaian permasalahan dan hipotesis yang ada.
    penelitian yang dilakukan di dusun galunglangi'e menggunakan metode kualitatif
  1. Dalam penelitian Sosiologi, digunakan dua cara (metode), yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif. Metode kualitatif, mengutamakan cara kerja dengan menjabarkan hasil penelitian berdasarkan penilaian dan pemaknaan terhadap data yang diperoleh. Metode ini dipergunakan apabila data hasil penelitian tidak dapat diukur dengan angka atau dengan ukuran-ukuran lain yang bersifat eksak. Metode kualitatif ada dua macam, yaitu metode historis dan metode komparatif.
  • Metode historis, merupakan penelitian yang analisis datanya didasarkan pada peristiwa-peristiwa masa lampau untuk mengetahui kejadian saat ini.
  • Metode komparatif adalah penelitian dengan membandingkan antara kondisi masyarakat satu dan yang lain, dengan maksud untuk mengetahui perbedaan dan persamaan, disamping untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya kondisi masyarakat yang demikian.
  • Metode studi kasus (case study), yaitu penelitian yang memusatkan perhatian pada fenomena-fenomena (gejala sosial) yang nyata dalam masyarakat, yang ditelaah adalah keadaan masyarakat yang dilihat dari persoalan atau kasus tertentu, baik dalam suatu lembaga, kelompok, maupun individu. adapun cara pelaksanaannya dengan teknik wawancara,dengan panduan daftar pertanyaan, atau dengan pengamatan partisipan. dalam penelitian ini, peneliti harus benar-benar membaur dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, dengan tidak memberi sugesti kepada masyarakat yang sedang diteliti. 
      2. Metode kuantitatif, adalah cara penelitian yang dalam analisis datanya mengutamakan keterangan berdasarkan angka-angka. gejala yang diteliti diukur dengan skala,indeks, tabel, atau formula-formula tertentu yang cenderung menggunakan uji statistik.

Ada beberapa metode yang digunakan sosiologi dalam menyelidiki sasarannya, menurut Abu Ahmadi sebagai berikut,
  1. Historical method, yaitu suatu cara penelusuran terhadap kebudayaan serta struktur masyarakat yang telah lampau, untuk kemudian diambil contohnya untuk masa yang akan datang.
  2. Comparative method, yaitu membandingkan satu masyarakat dengan masyarakat lain, satu kelompok dengan kelompok lain, satu kebudayaan dengan kebudayaan lain, sehingga akan diperoleh garis-garis persamaan yang berlaku umum. Dengan demikian, dapat memberikan prediksi terhadap perkembangan berikutnya dalam masyarakat.
  3. Statistical method, yaitu untuk mengukur gejala-gejala sosial yang tampak secara kuantitatif kemudian diinterpretasikan kedalam pemahaman umum.
  4. Case study method, yaitu menyelidiki peristiwa-peristiwa yang terjadi disekitar kelompok masyarakat, maupun lembaga-lembaga tertentu untuk mendapatkan garis-garis pokok dari peristiwa itu. metode ini sering disebut sebagai survei

Teknik riset dalam sosiologi menurut Paul B.Horton diantaranya adalah sebagai berikut,

  1. Study Cross-sectional dan longitudinal, yaitu suatu pengamatan yang meliputi suatu daerah yang luas dan dalam jangka waktu tertentu. sedangkan study longitudinal adalah study yang berlangsung sepanjang waktu yang menggambarkan suatu kecenderungan atau serangkaian pengamatan sebelum dan sesudahnya.
  2. Eksperimen laboratorium dan eksperimen lapangan, dalam penelitian eksperimen laboratorium, subjek orang yang dikumpulkan didalam suatu tempat atau "laboratorium" kemudian diberi pengalaman sesuai dengan yang diinginkan sang peneliti, kemudian dicatat dan ditarik simpulan-simpulan. peneliti eksperimen lapangan adalah pengamatan yang dilakukan diluar laboratorium dimana peneliti memberikan pengalaman-pengalaman baru kepada objek secara umum kemudian diamati hasilnya.
  3. Penelitian pengamatan, hampir sama dengan eksperimen, tetapi dalam penelitian ini kita tidak memengaruhi terjadinya suatu kejadian.

Soerjono soekanto mengemukakan bahwa pada dasarnya terdapat dua jenis metode atau teknik yang dipergunakan dalam sosiologi yaitu,

1. Metode kualitatif, mengutamakan bahan atau hasil pengamatan yang sukar diukur dengan angka-angka atau ukuran matematis, meskipun kejadian-kejadian itu nyata dalam masyarakat. Yang termasuk metode kualtatif adalah,
  • Metode Historis, yaitu metode pengamatan yang menganalisis peristiwa-peristiwa dalam masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum.
  • Metode komparatif, yaitu metode pengamatan dengan membandingkan antara bermacam-macam masyarakat serta bidang-bidangnya untuk memperoleh perbedaan dan persamaan sebagai petunjuk tentang perilaku suatu masyarakat pertanian Indonesia pada masa lalu dan masa yang akan datang.
  • Metode studi kasus, yaitu suatu metode pengamatan tentang suatu keadaan, kelompok, masyarakat setempat, lembaga-lembaga, maupun individu-individu. Alat-alat yang dipergunakan dalam studi kasus adalah, wawancara (interview), daftar pertanyaan (questionaire), dan participant observe technique, dimana pengamat ikut serta dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang diamati.
2. Metode kuantitatif, peneliti mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka sehingga gejala-gejala yang diteliti dapat diukur dengan menggunakan skala, indeks, tabel, dan formula. Termasuk dalam metode ini adalah metode statistik dimana gejala-gejala masyarakat sebelum dianalisis dikuantifikasi terlebih dahulu. Disamping metode-metode diatas, masih ada beberapa metode lain yaitu,

  1. Metode deduktif, yaitu metode yang dimulai dari hal-hal yang berlaku umum untuk menarik simpulan yang bersifat khusus.
  2. Metode induktif, yaitu metode yang mempelajari suatu gejala khusus untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum.
  3. Metode empiris, yaitu suatu metode yang mengutamakan keadaan-keadaan nyata didalam masyarakat.
  4. Metode rasional, yaitu suatu metode yang mengutamakan penalaran dan logika akal sehat untuk mencapai pengertian tentang masalah kemasyarakatan.
  5. Metode fungsional, yaitu metode yang dipergunakan untuk menilai kegunaan lembaga-lembaga sosial masyarakat dan struktur sosial masyarakat.

Senin, 07 Mei 2012

Objek sosiologi dan antropologi

  • Objek material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala-gejala, dan proses hubungan antarmanusia yang memengaruhi kesatuan hidup manusia itu sendiri. Objek material antropologi adalah aspek ciri-ciri fisik beragam etnis di muka bumi, serta hasil kebudayaan manusia (seperti cara-cara berperilaku, tradisi-tradisi, dan lain-lain.
  • Objek formal sosiologi ditekankan pada manusia sebagai mahluk sosial atau masyarakat. Dengan demikian, objek formal sosiologi adalah hubungan antar manusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia didalam masyarakat. Objek formal antropologi adalah manusia sebagai mahluk biologis dan sebagai mahluk sosial.

Minggu, 06 Mei 2012

Ruang lingkup sosiologi

1.Ciri dan hakikat sosiologi

Menurut Harry M. Jhonson, yang dikutip oleh  soerjono soekanto, sosiologi sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri sebagai berikut
  1. Bersifat empiris, yaitu didasarkan pada observasi (pengamatan) dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulatif (menduga-duga).
  2. Bersifat teoretis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalangkan hubungan sebab-akibat.
  3. Bersifat komulatif, artinya teori-teori sosiologi dibentuk berdasarkan teori yang sudah ada,kemudian diperbaiki, diperluas, dan diperhalus.
  4. Bersifat nonetis, yang dipersoalkan dalam sosiologi bukanlah baik-buruknya fakta tertentu, akan tetapi menjelaskan fakta tersebut secara analitis.
Menurut Prof.Dr.M.M.Djojodigoeno, S.H ,Sosiologi bersifat mengawinkan, artinya sosiologi ingin mengetahui keadaan sebenarnya dari kehidupan bermasyarakat. Plato,Aristoteles,Hobes, dan Spinoza memberikan hal yang berbeda. mereka memegang masyarakat dari sudut pandang normatif dan finalis. Normatif artinya menegakkan norma-norma untuk kehidupan kolektif (secara bersama) yang baik. Finalis artinya mencita-citakan organisasi sosial politik yang sempurna.
Buku sosiologi Suatu Pengantar yang ditulis soerjono soekanto, mengatakan bahwa Sosiologi adalah ilmu sosial yang murni, abstrak, rasional, dan empiris, bersifat umum, serta berusaha mencari pengertian umum. Menurut pengertiannya, hakikat sosiologi adalah sebagai berikut,
  1. Sosiologi adalah ilmu sosial.
  2. Sosiologi bukan merupakan disiplin ilmu normatif, melainkan disiplin ilmu kategoris, yang membatasi diri pada kejadian dewasa ini, bukan apa-apa yang terjadi atau seharusnya terjadi.
  3. Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan murni (pure-science), bukan ilmu pengetahuan terapan (aplied-science). Misalnya, para sosiolog mengemukakan pendapat yang berguna untuk petugas administrasi, pembentuk undang-undang diplomat,guru-guru dan sebagainya.
  4. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan abstrak, bukan ilmu pengetahuan konkret. Dalam sosiologi, yang diperhatikan adalah bentuk pola peristiwa-peristiwa masyarakat.
  5. Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum, serta mencari prinsip-prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia, sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat manusia.
  6. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. hal ini menyangkut metode yang digunakan.
  7. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum, bukan pengetahuan khusus.

Sabtu, 05 Mei 2012

Pengertian Dasar Sosiologi

Sosiologi pada dasarnya mempunyai dua pengertian dasar yaitu sebagai ilmu dan sebagai metode. sebagai ilmu,merupakan kumpulan pengetahuan tentang masyarakat dan kebudayaan yang disusun secara sistematis berdasar analisis berfikir logis. sebagai metode, merupakan cara berfikir untuk mengungkapkan realitas sosial dan budaya yang ada dalam masyarakat dengan prosedur dan teori yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.